Kegiatan Penggayaan
TUGAS
XI
STRATEGI
PEMBELAJARAN
TENTANG
KEGIATAN
PENGGAYAAN
Disusun
Oleh:
Pesri
Delita
1820120
PGSD/4.4
Dosen
Pembimbing:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) ADZKIA
PADANG
2020
1. Pengertian
Penggayaan
Secara
umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik
yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak
semua peserta didik dapat melakukannya. Program pengayaan dapat diartikan
memberikan tambahan/perluasan pengalaman atau kegiatan peserta didik yang
teridentifikasi melampaui ketuntasan belajar yang ditentukan oleh kurikulum.
Kegiatan
pengayaan adalah kegiatan yang diberikan kepada siswa kelompok cepat agar
mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa
waktu yang dimilikinya. Kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi
pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga
tercapai tingkat perkembangan yang optimal.
Pengayaan
pada kegiatan pembelajaran ditunjukkan oleh digunakannya sumber belajar, metode
pembelajaran, dan alat bantu pembelajaran yang bervariasi dibandingkan
pembelajaran biasa. Dengan pemanfaatan komponen-komponen yang disesuaikan
dengan karakteristik siswa, maka siswa dapat melakukan proses belajar secara
efektif. Sebagai contohnya siswa diminta untuk membaca sumber pustaka lain
selain buku wajib, mengakses internet, diberi tugas pemecahan masalah yang
lebih tinggi pengembangan penalarannya, melakukan penyelidikan sederhana, yang
relevan dengan materi yang dipelajari. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh
guru tersebut merupakan pengayaan bagi proses pembelajaran. Program pengayaan
ini diberikan kepada kelompok siswa yang sudah mencapai batas ketuntasan
belajar.
Metode
yang digunakan dapat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang
kesulitan belajar yang dialami peserta didik.Dalam program pengayaan, media
belajar harus betul-betul disiapkan guru agar dapat memfasilitasi peserta didik
dalam menguasai materi yang diberikan.
2. Hakikat Pembelajaran Pengayaan
Secara
umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik
yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak
semua peserta didik dapat melakukannya.
Dalam
pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, lazimnya
guru mengadakan penilaian awal untuk mengetahui kemampuan peserta didik
terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari sebelum pembelajaran
dimulai. Kemudian dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai
strategi seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif,
inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi strategi pembelajaran digunakan juga berbagai
media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai
dari kaset audio, slide, video, komputer multimedia, dsb. Di tengah pelaksanaan
pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan
penilaian proses dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan
untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik
terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Penilaian proses juga
digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran bila dijumpai
hambatan-hambatan.
Pada
akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan
harian. Ulangan harian dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar,
apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan
kompetensi tertentu. Penilaian akhir program ini dimaksudkan untuk menjawab
pertanyaan apakah peserta didik telah mencapai kompetensi (tingkat penguasaan)
minimal atau ketuntasan belajar seperti yang telah dirumuskan pada saat
pembelajaran direncanakan.
Jika
ada peserta didik yang lebih mudah dan cepat mencapai penguasaan kompetensi
minimal yang ditetapkan, maka sekolah perlu memberikan perlakuan khusus berupa
program pembelajaran pengayaan. Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran
tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi
peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa sehingga mereka dapat
mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya. Pembelajaran
pengayaan berupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas,
keterampilan memecahkan masalah, eksperimentasi, inovasi, penemuan,
keterampilan seni, keterampilan gerak, dsb. Pembelajaran pengayaan memberikan
pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan
belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal
dalam belajarnya.
3. Tujuan Pembelajaran Pengayaan
Kegiatan
pengayaan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk
memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar
yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang optimal.
4. Jenis Pembelajaran Pengayaan
Ada
tiga jenis pembelajaran pengayaan, yaitu:
a. Kegiatan eksploratori yang bersifat umum
yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud berupa
peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak
tercakup dalam kurikulum.
b. Keterampilan proses yang diperlukan oleh
peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap
topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri.
c. Pemecahan masalah yang diberikan kepada
peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan
masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan
investigatif/ penelitian ilmiah.
Pemecahan
masalah ditandai dengan:
1) identifikasi bidang permasalahan yang
akan dikerjakan;
2) penentuan fokus masalah/problem yang akan
dipecahkan;
3) penggunaan berbagai sumber;
4) pengumpulan data menggunakan teknik yang
relevan;
5) analisis data; dan
6) penyimpulan hasil investigasi
Sekolah
tertentu, khususnya yang memiliki peserta didik lebih cepat belajar dibanding
sekolah-sekolah pada umumnya, dapat menaikkan tuntutan kompetensi melebihi
standari isi. Misalnya sekolah-sekolah yang menginginkan memiliki keunggulan
khusus.
5. Prinsip-prinsip Pembelajaran Pengayaan
Prinsip-prinsip
program pengayaan yang perlu diperhatikan dalam mengonsep program pengayaan
menurut Khatena (1992):
a. Inovasi
Guru
perlu menyesuaikan program yang diterapkannya dengan kekhasan peserta didik,
karakteristik kelas serta lingkungan hidup dan budaya peserta didik.
b. Kegiatan yang memperkaya
Dalam
menyusun materi dan mendisain pembelajaran pengayaan, kembangkan dengan
kegiatan yang menyenangkan, membangkitkan minat, merangsang pertanyaan, dan
sumber-sumber yang bervariasi dan memperkaya.
c. Merencanakan metodologi yang luas dan
metode yang lebih bervariasi. Misalnya dengan memberikan project, pengembangan
minat dan aktivitas-akitivitas menggugah (playful). Menerapkan informasi
terbaru, hasil-hasil penelitian atau kemajuan program-program pendidikan
terkini.
Sedangkan
Passow (1993) menyarankan bahwa dalam merancang program pengayaan, penting
untuk memperhatikan 3 hal:
a. Keluasan dan kedalaman dari pendekatan
yang digunakan.
Pendekatan
dan materi yang diberikan tidak hanya berisi yang yang luarnya (kulit-kulitnya)
saja tetapi diberikan dengan lebih menyeluruh dan lebih mendalam. Contoh:
membahas mengenai prinsip Phytagoras, tidak hanya memberikan rumus dan
pemecahan soal saja tetapi juga memberikan pemahaman yang luas dari mulai
sejarah terbentuknya hukum-hukum phytagoras dan bagaimana penerapan prinsip
tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
b. Tempo dan kecepatan dalam membawakan
program
Sesuaikan
cara pemberian materi dengan tempo dan kecepatan peserta didik dalam menangkap
materi yang diajarkan. Hal ini berkaitan dengan kecepatan daya tangkap yang
dimiliki peserta didik sehingga materi dapat diberikan dengan lebih mendalam
dan lebih dinamis untuk menghindari kebosanan karena peserta didik yang telah
menguasai materi pelajaran yang diberikan di kelas.
c. Memperhatikan isi dan tujuan dari materi
yang diberikan
Hal
ini bertujuan agar kurikulum yang dirancang lebih tepat guna dan responsif
terhadap kebutuhan peserta didik. Renzulli (1979) menyatakan bahwa program
pengayaan berbeda dengan program akselerasi karena pengayaan dirancang dengan
lebih memperhatikan keunikan dan kebutuhan individual dari peserta didik.
6. Langkah-langkah Pembelajaran Pengayaan
Langkah-langkah
dalam pembelajaran pengayaan tidak terlalu jauh berbeda dengan program
remedial. Diawali dengan kegiatan identifikasi, kemudian perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian. Guru tidak perlu menunggu diperolehnya penilaian
otentik terhadap kemampuan peserta didik. Apabila melalui observasi dalam
proses pembelajaran, peserta didik sudah terindikasi memiliki kemampuan yang
lebih dari teman lainnya, bisa ditandai dengan penguasaan materi yang cepat dan
membutuhkan waktu yang lebih singkat, sehingga peserta didik seringkali
memiliki waktu sisa yang lebih banyak, dikarenakan cepatnya dia menyelesaikan
tugas atau menguasai materi. Disinilah di butuhkan kepekaan guru dalam
merencanakan danmemutuskan untuk melaksanakan pembelajaran pengayaan.
Winner
(1996) dalam Santrock (2007), mengemukakan karakteristik peserta didik yang
berbakat antara lain :
a. Pesrerta didik yang berbakat biasanya
cermat dalam setiap hal atau pun kesempatan dimana mereka harus menggunakan
kemampuannya. Mereka adalah anak-anak yang selalu menjadi yang pertamadalam
menguasai suatu pelajaran dengan usaha yang juga minimal dibanadingkan
teman-teman atau peserta didik lain yang dikarenakan mereka sejak lahir
memiliki kemampuan yang tinggi dalam stu atau beberapa bidang.
b. Dalam kehidupan sehari-hari, peserta
didik yang berbakat dapat berhasil memecahkan masalah secara tepat dengan cara
ia kembangkan atau ia temukan sendiri. Peserta didik yang berbakat dapat
menangkap atau lebih menyukai petunjuk yang tidak eksplisit dibandingkan dengan
peserta didik yang lain.
c. Memiliki hasrat untuk menguasai. Mereka
memiliki hasrat, obsesi dan minat, dan kemampuan untuk fokus, sehingga sangat
mudah baginya untuk memahami dan menguasai suatu hal.
Guru
diharapkan lebih peka dalam mengenali peserta didik yang memiliki karakteristik
ini, dikarenakan mereka memiliki kebutuhan yang juga berbeda dibandingkan
dengan teman-temannya.
7. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
Pemberian
pembelajaran pengayaan pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta
didik yang memiliki kemampuan lebih, baik dalam kecepatan maupun kualitas
belajarnya. Agar pemberian pengayaan tepat sasaran maka perlu ditempuh
langkah-langkah sistematis, yaitu (1) mengidentifikasi kelebihan kemampuan
peserta didik, dan (2) memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran pengayaan.
a. Identifikasi Kelebihan Kemampuan Belajar
1) Tujuan
Identifikasi
kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis serta
tingkat kelebihan belajar peserta didik. Kelebihan kemampuan belajar itu antara
lain meliputi:
a) Belajar lebih cepat.
Peserta
didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan cepatnya
penguasaan kompetensi (SK/KD) mata pelajaran tertentu.
b) Menyimpan informasi lebih mudah.
Peserta didik yang memiliki kemampuan
menyimpan informasi lebih mudah, akan memiliki banyak informasi yang tersimpan
dalam memori/ ingatannya dan mudah diakses untuk digunakan.
c) Keingintahuan yang tinggi.
Banyak
bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik memiliki
hasrat ingin tahu yang tinggi.
d) Berpikir mandiri.
Peserta
didik dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih menyukai tugas mandiri
serta mempunyai kapasitas sebagai pemimpin.
e) Superior dalam berpikir abstrak.
Peserta
didik yang superior dalam berpikir abstrak umumnya menyukai kegiatan pemecahan
masalah.
f) Memiliki banyak minat.
Mudah
termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak
kegiatan.
2) Teknik
Teknik
yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik
dapat dilakukan antara lain melalui : tes IQ, tes inventori, wawancara, dan
pengamatan (observasi).
a) Tes IQ (Intelligence Quotient) adalah tes
yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik. Dari tes ini
dapat diketahui tingkat kemampuan spasial, interpersonal, musikal,
intrapersonal, verbal, logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dsb.
b) Tes inventori. Tes inventori digunakan
untuk menemukan dan mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi, kebiasaan
belajar, dsb.
c) Wawancara. Wanwancara dilakukan dengan
mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam
mengenai program pengayaan yang diminati peserta didik.
d) Pengamatan (observasi). Pengamatan
dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik.
Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat
pengayaan yang perlu diprogramkan untuk peserta didik.
b. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
Bentuk-bentuk
pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui:
1) Belajar Kelompok. Sekelompok peserta
didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam
pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti
pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan.
2) Belajar mandiri. Secara mandiri peserta
didik belajar mengenai sesuatu yang diminati.
3) Pembelajaran berbasis tema. Memadukan
kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan
antara berbagai disiplin ilmu.
4) Pemadatan kurikulum. Pemberian pembelajaran
hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan
demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi
baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun
kapabilitas masing-masing.
Perlu
diperhatikan bahwa penyelenggaraan pembelajaran pengayaan ini terutama terkait
dengan kegiatan tatap muka untuk jam-jam pelajaran sekolah biasa. Namun
demikian kegiatan pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan
tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Sekolah dapat juga
memfasilitasi peserta didik dengan kelebihan kecerdasan dalam bentuk kegiatan
pengembangan diri dengan spesifikasi pengayaan kompetensi tertentu, misalnya
untuk bidang sains. Pembelajaran seperti ini diselenggarakan untuk membantu
peserta didik mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun
internasional seperti olimpiade internasional fisika, kimia dan biologi.
8. Penilaian Pembelajaran Pengayaan
Sebagai
bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan tidak lepas
kaitannya dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu
tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk
portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik
yang normal.
syukron, artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusAfwan,,semoga bermanfaat bagi pembaca.
Hapusana mau bertanya, kenapa guru perlu melakukan pengayaan kepada siswanya?
BalasHapusTerimakasih artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimaksih,semoga bermanfaat bagi pembaca.
BalasHapusArtikelnya bagus
BalasHapusTerima kasih kak artikel kakak sangat membantu dalam tugas saya
BalasHapusTerima kasih kak artikel kakak sangat membantu dalam tugas saya
BalasHapus