Pemilihan Metode Mengajar
TUGAS
V
STRATEGI
PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
“Pemilihan
Metode Mengajar”
Disusun
Oleh:
Pesri
Delita
(1820120)
Kelas:
4.4 PGSD
Dosen
Pembimbing
Yessi
Rifmasari, M. Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN(STKIP) ADZKIA
PADANG
2020
A. Hakikat
Metode Mengajar Dalam Pembelajaran
Menurut
Sri Anitah (2008) Metode memgajar merupakan suatu komponen yang harus digunakan
dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun
dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan suatu metode atau cara
mengajar yang efektif.
Pengertian
Metode Pembelajaran Menurut Para Ahli :
1. Menurut
Abdurahman Ginting
Metode pembelajaran adalah cara atau
pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta
berbagai teknik dan sumber daya terkait lainnya supaya terjadi proses
pembelajaran pada diri siswa.
2. Menurut
Ahmadi
Metode pembelajaran adalah suatu
pengetahuan tentang beberapa cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau
insfrakstuktur.
3. Menurut
Nana Sudjana
Metode pembelajaran adalah metode yang
digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya
proses belajar dan mengajar.
B. Faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam pemilihan metode mengajar
1. Tujuan
Pembelajaran atau Kompetensi
Tujuan pembelajaran atau kompetensi
dasar merupakan pernyataan yang diharapkan dapat diketahui, disikapi dan atau
dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Rumusan tersebut sebagai
dasar acuan dalam melakukan pembelajaran. Oleh karena itu, pemilihan metode
mengajar harus berdasarkan pada tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan
dicapai siswa
2. Karakteristik
Pembelajaran atau Materi PembelajaranSalah satu faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih metode mengajar adalah karakteristik bahan
pelajaran. Ada beberapa aspek yang terdapat dalam materi pelajaran, aspek
tersebut terdiri dari :
a.
Aspek konsep (concept), merupakan substansi isi pelajaran yang
berhubungan dengan pengertian, atribut,
karakteristik, label atau ide dan gagasan sesuatu. Artinya, guru akan memilih
metode mana yang dianggap sesuai jika akan mengajarkan tentang konsep, begitu
juga dengan aspek yang lainnya.
b.
Aspek fakta (fact), merupakan substansi isi pelajaran yang
berhubungan dengan peristiwa-peristiwa
yang lalu, data-data yang memiliki esensi objek dan waktu, seperti nama dan
tahun yang berhubungan dengan peristiwa atau sejarah.
c.
Aspek prinsip (principle), merupakan substansi isi pelajaran yang
berhubungan dengan aturan, dalil, hukum,
ketentuan, dan prosedur yang harus ditempuh. Aspek proses (process), merupakan
substansi materi pelajaran yang berhubungan dengan rangkaian kegiatan,
rangkaian peristiwa, dan rangkaian tindakan.
d.
Aspek nilai (value), merupakan substansi materi pelajaran yang
berhubungan dengan aspek perilaku yang
balk dan buruk, yang benar dan salah, yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi
banyak orang.
e.
Aspek keterampilan intelektual (intellectual skills), merupakan
substansi materi pelajaran yang
berhubungan dengan pembentukan kemampuan menyelesaikan persoalan atau
permasalahan, berpikir sistematis, berpikir logis, berpikir taktis, berpikir
kritis, berpikir inovatif, dan berpikir ilmiah.
f.
Aspek keterampilan psikomotor (psychomotor skills), merupakan substansi
materi pelajaran yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan fisik.
3. Faktor
siswa
Faktor siswa merupakan salah satu faktor
yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar, selain
faktor-faktor yang telah dikemukakan di atas. Aspek yang berkaitan dengan
faktor siswa terutama pada aspek kesegaran mental (faktor antusias dan
kelelahan), jumlah siswa dan kemampuan siswa. Guru harus bisa mengelola
pembelajaran berdasarkan jumlah siswa dan harus mengatur tempat duduk supaya sesuai
dengan kondisi siswa dalam belajar. Posisi tempat duduk tidak harus seperti
kelas formal reguler, tetapi bersifat fleksibel dan mendukung terhadap proses
pembelajaran. Demikian pula dengan kemampuan siswa dalam melakukan proses
pembelajaran. Umpamanya dalam proses pembelajaran, guru akan menggunakan metode
eksperimen atau pemecahan masalah maka siswa yang bersangkutan harus sudah
memahami tentang cara belajar eksperimen atau yang lainnya.
4. Fasilitas
dan Media
Supaya memperoleh hasil belajar yang
optimal maka setiap peristiwa pembelajaran harus dirancang secara sistematis
dan sistemik. Prinsip-prinsip belajar yang dijadikan landasan dalam
pembelajaran diantaranya adalah ketersediaan fasilitas, media, dan sumber
belajar. Guru tidak akan memilih metode mengajar yang memungkinkan menggunakan
fasilitas atau alat belajar yang beragam jika di sekolahnya tidak memiliki
fasilitas dan alai belajar yang lengkap. Dalam hal ini perlu diupayakan,
apabila guru dan siswa akan menggunakan alat atau fasilitas maka guru bersangkutan
sebelum pembelajaran harus mempersiapkan terlebih dahulu. Media pesan lisan
(bahasa) harus dapat dipahami siswa sehingga siswa tidak menimbulkan
verbalisme. Pemberdayaan media maupun bahasa yang digunakan harus disesuaikan
dengan kemampuan siswa.
C. Jenis-jenis
Metode Mengajar
1. Metode
Ceramah
2. Metode
Diskusi
3. Metode
Demonstrasi
4. Metode
Pemecahan Masalah
5. Metode
Percobaan
6. Metode
Karya wisata
D. Hubungan
Pengalaman Belajar dengan Metode Mengajar
Pengalaman
belajar diharapkan adalah terjadinya aktivitas belajar yang dibangun atas
kemampuan dan potensi dirinya sendiri. Setiap pemilihan dan penggunaan metode
mengajar akan berdampak terhadap pengalaman dengan metode mengajar dapat
dilihat dari gambaran karakteristik metode mengajar itu sendiri.
Daftar
Rujukan
Abimanyu Soli, Dkk.
2008. Strategi Pembelajaran di SD.
Jakarta :Direktorat Pendidikan Nasional.
Departemen Pendidikan
Nasional .2008. Strategi Pembelajaran dan
Pemilihannya. Jakarta : Direktorat Pendidikan Nasional.
diatara beberapa metode diatas manakah metode yang paling bagus kita gunakan pada anak sd
BalasHapusMenurut saya metode yg bagus digunakan adalah metode diskusi,,karena anak2 bisa berinteraksi dengan teman2nya dalam satu kelompok tersebut,,sehingga anak tidak bosan..
BalasHapus