Hakikat dan Media Pembelajaran
TUGAS
VI
STRATEGI
PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
“Hakikat
Media Pembelajaran”
Disusun
Oleh:
Pesri
Delita
(1820120)
Kelas:
4.4 PGSD
Dosen
Pembimbing
Yessi
Rifmasari, M. Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN(STKIP) ADZKIA
PADANG
2020
A.
Hakikat Media Pembelajaran
Kata
media dalam “media pembelajaran” berasal dari bahasa Latin yaitu medius yang
berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa arab, media adalah
perantara (وسائل) atau pengantar pesan dari pengantar ke penerima.
Media
pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala
sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian
dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya
proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber,
lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran /
pelatihan.
Pengertian
Media Pembelajaran menurut para ahli pendidikan diantaranya :
1. Menurut
Syaifil Bahri Djamarah dan Azwan Zain (2010) Media Pembelajaran adalah alat
bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan agar tercapai tujuan
pembelajaran.
2.
Menurut AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology, 1977).
Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses
penyampaian informasi.
3.
Gerlach dan Ely (1971) berpendapat bahwa
media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian
yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan, atau sikap.
4.
Menurut NEA (National Educational Assosiation). Media adalah bentuk-bentuk
komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya
dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca.
5.
Menurut Asnawir dan Basyiruddin dalam
bukunya mendefinisikan media adalah suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan
dapat merangsang pikiran dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong
terjadinya proses pendidikan .
6.
Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk.
media pendidikan merupakan alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam rangka
meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan
siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah .
Dari
beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran
merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan
kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di
sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah
terjadinya proses belajar mengajar.
Apabila
dalam satu dan hal lain media tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya
sebagai penyalur pesan yang diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam
arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan
oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapai.
B.
Fungsi Media Pembelajaran
Menurut
Arsyad
(2002), menyebutkan dalam bukunya bahwa media memiliki empat fungsi yaitu:
1.
Fungsi atensi
Media
dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi
pelajaran yang berkaitan dengan makna yang ditampilkan dalam materi pelajaran.
2.
Fungsi afektif
Fungsi
media dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa/mahasiswa ketika proses
belajar mengajar berlangsung.
3.
Fungsi kognitif
Media
dapat mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian
tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam
gambar.
4.
Fungsi kompensatoris
Media
pembelajaran terlihat dari hasil penelitian konteks untuk memahami teks,
membantu siswa yang lemah dalam membaca, untuk mengorganisasikan informasi
dalam teks dan mengingatnya kembali.
C.
Manfaat Media Pembelajaran
Manfaat
media pembelajaran secara umum adalah untuk memperlancar interaksi antara guru
dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. Cepi dan
Rudi (2009) dalam bukunya menyebutkan beberapa manfaat media pembelajaran
secara umum adalah sebagai berikut :
1.
Memperjelas pesan agar tidak verbalitis.
2.
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indera.
3.
Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber
belajar.
4.
Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual,
auditori dan kinestetiknya.
5.
Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi
yang sama.
Sedangkan
secara lebih khusus manfaat media pembelajaran menurut Sudjana dan Rivai (1992
yaitu:
1.
Dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik
perhatian mereka.
2.
Makna bahan pengajaran akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa
dan memungkinkan terjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran.
3.
Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata didasarkan atas
komunikasi verbal melalui kata-kata.
4.
Siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar, tidak hanya
mendengarkan tetapi juga mengamati, mendemonstrasikan, melakukan langsung, dan
memerankan.
Selain
beberapa manfaat media pembelajaran yang sudah disebutkan di atas masih ada
beberapa lagi manfaat media pembelajaran menurut beberapa ahli:
1.
Menurut Hamalik yang di kutip Azhar Arsyad (2002) mengemukakan bahwa “Pemakaian
media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan
dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar,
dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psokologis terhadap siswa”.
2.
Menurut Kemp dan Dayton (1985) yang telah disebutkan dalam dalam bukunya Azhar
Arsyad (2002) manfaat Media Pembelajaran adalah:
a.
Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku;
b.
Pembelajaran bisa lebih menarik;
c.
Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan
prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan
balik dan pengetahuan;
d.
lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat kerana kebnyakan
mdia hanya memerlukan waktu sinhkat untuk mengantarkan pesan dam sis pelajaran
dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinanya dapat diserap oleh siswa;
e.
Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilaman integrasi kata dan gambar
sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan
dengan cara yang terorganisasikn dengan baik, spesifik, dan jelas;
f.
pembelajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan
terutama jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secra individu;
g.
Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses
belajar dapat ditingkatkan.
h.
Peran guru dapat berubah kea rah yang lebih positif: beban guru untuk
menjleskan yang berulang-ulang mengenai isi elajaran dapat dikurangi bahkan
dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek penting lain
dalam proses belajar mengajar.
3.
Menurut Encyclopedia of Educatioanal Reseach dalam Hamalik yang dikutip Azhar
Arsyad (2002: 25) merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut:
a.
meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berfikir, oleh karena itu mengurangi
verbalisme;
b.
memperbesar perhatian siswa;
c.
meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembanganbelajar, oleh karena itu
membuat pelajaran lebih mantap;
d.
memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri
dikalangan siswa.
e.
menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup;
f.
membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan
berbahasa;
g.
memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu
efisiensi dan keragaman yang banyak dalam belajar.
D. Tujuan Media
Pembelajaran
Penggunaan media
pembelajaran sangat diperlukan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu
pendidikan.
Media pembelajaran di
sekolah digunakan dengan tujuan antara lain sebagai berikut :
1. Memberikan kemudahan
kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep, prinsip, dan ketrampilan
tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat menurut sifat bahan ajar.
2. Memberikan
pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat
dan motivasi peserta didik untuk belajar.
3. Menumbuhkan sikap
dan ketrampilan tertentu dalam teknologi karena peserta didik tertarik untuk
menggunakan atau mengoperasikan media tertentu.
4. Menciptakan situasi
belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik.
5. Memperjelas
informasi atau pesan pembelajaran.
6. Meningkatkan
kualitas belajar mengajar.
Daftar
Rujukan
Arsyad, Azhari, 2002. MediaPembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Asnawir dan Basyirudin, 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers
Nana Sudjana, 2002. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Bandung
Terima kasih kak artikel kakak sangat membantu dalam tugas saya
BalasHapus