konsep belajar
TUGAS I
STRATEGI
PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Disusun
Oleh:
Pesri
Delita
(1820120)
Kelas:
4.4 PGSD
Dosen
Pembimbing
Yessi
Rifmasari, M. Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN(STKIP) ADZKIA
PADANG
2020
A.
Konsep
Belajar
Menurut
Slameto (2010:2) secara psikologis belajar adalah suatu proses perubahan yaitu
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut
Vygotsky (1978:134) Mengemukakan bahwa belajar adalah suatu kegiatan
kontruktivisme dimana siswa merupakan subjek belajar aktif yang menciptakan
struktur-struktur kognitifnya sendiri dalam interaksinya.
Sedangkan Menurut Suyono dan Hariyanto (2011:9)
Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan,
meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan
kepribadian.
Jadi,
dari berbagai pengertian yang dikemukakan para ahli di atas dapat disimpulkan
bahwa konsep dasar belajar ini merupakan perubahan tingkah laku dan perubahan
untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap. Dari yang kita sebelumnya
tidak mengetahui dan kita bisa tahu.
B.
Karakteristik
Proses Belajar
Proses belajar sangat dipengaruahi oleh
pendekatan dan strategi yang digunakan oleh guru kepada siswanya. Kurikulum saat
ini dipandang sebagai proses pembelajran yang dapat mengoptimalakan seluruh
aktifitas yang dimiikinya. Proses belajar dapat dilihat berdasarkan teori dan tipe
belajar.
Tipe belajar Ada 6 tipe
belajar menurut Gagne ( 1970 ) yang dapat dilakukan kepada siswa :
1.Signal
Learning ( belajar melalui isyarat )
2.Stimulus
Respon Learning ( melalui rangsangan )
3.Chaning
Learning ( belajar melalui rangkaian )
4.Verbal
association Learning ( Belajar melalui perkaitan verbal )
5.Discrimination
( belajar membeda-bedakan)
6.Concept Learning ( belajar
melalui konsep )
C. Tahap Perkembangan Peserta Didik
Menurut jean piaget, ia
membagi tahap perkembangan kognitif anak ada 4 tahap yaitu:
1. Tahap
Sensorimotor (0-2 Tahun)
Pada saat tahap ini anak menggunakan alat inderanya
dan kemampuan motoriknya untuk memahami dunia sekitarnya.
2. Tahap
Praoperasional (2-7 Tahun)
Pada tahap ini peserta didik suka meniru perilaku
orang lain khususnya perilaku orang tua dan gurunya.
3. Tahap
Operasional (7-11 Tahun)
Pada tahap ini peserta didik sudah mulai memahami
aspek-aspek komulatif materi, misalnya pada penjumlahan dan juga bisa
mengaplikasikan beberapa golongan benda yang ada tingkatannya.
4. Tahap
Operasional Formal (Mulai umur 11 Tahun)
Pada tahap ini peserta didik sudah menginjak usia
remaja. Perkembangan kognitif peserta didik sudah memiliki kemampuan yang
tinggi, sehingga peserta didik pada tahap ini sudah bisa berfikir untuk
memecahkan masalahnya sendiri.
D. Karakteristik Pembelajaran di SD
1.
Karakteristik
Pembelajaran di Kelas Rendah
Karakteristik
pembelajaran di kelas rendah adalah pembelajaran bersifat konkret. Proses
pembelajaran ini harus dirancang oleh guru sehingga kemampuan siswa, bahan
ajar, proses belajar dan sistem penilaian sesuai dengan taraf perkembangan
siswa, selain itu proses belajar harus dikembangkan secara interaktif.
Contoh kegiatannya:
1. Menggolongkan
peran anggota keluarga
2. Menulis
dengan jelas dan rapi
3. Membilang
dan menyebutkan banyak benda
4. Membaca
nyaring sederhana kurang lebih 300 kata
2. Karakteristik
Pembelajaran Di Kelas Tinggi
Esensi proses pembelajaran di kelas tinggi adalah
suatu pembelajaran yang dilaksanakan secara logis dan sistematis untuk
membelajarkan siswa tentang konsep dan generalisasi sehingga penerapannya
(menyelesaikan soal, menggabungkan, menghubungkan, memisahkan, menyusun,
menderetkan, melipat, dan membagi)
Contoh kegiatan belajarnya:
1.
Mendiskusikan tentang jual beli
2.
Memperagakan rangkaian gerak dengan alat music
3.
Menafsirkan peninggalan-peninggalan sejarah
4. Melakukan
operasi hitung campuran (bilangan bulat pecahan)
5. Mengumpulkan bukti perkembangbiakan makhluk
hidup.
Guru dikelas tinggi pada sekolah
dasar harus menggunakan pembelajaran yang berbasis masalah, menggunakan
pendekatan konstruktivis, melakukan aktivitas menyelidiki, meneliti, dan
membandingkan. Karena siswa di kelas tinggi dalam melakukan kegiatan
pembelajaran melakukan tahapan penyelidikan, melakukan pemecahan masalah, dan
sebagainya.
“SEMOGA ARTIKEL INI
BERMANFAAT BAGI PEMBACA”
Apa kesimpulan yg bisa di ambik di blog ini coba jelaskan
BalasHapusKesimpulan yang dapat di ambil dalam blog yg saya buat ini adalah,dengan kita memepelajari strategi pembelajaran di SD ini kita bisa mengetahui bagaimana strategi yang harus guru lakukan dengan melihat karakteristik anak yang berbeda.dan bagaimana guru mengaplikasikan pelajaran yang sesuai di kelas tinggi dan kelas rendah.sekian kesimpulannya.
HapusArtikel nya sangat membantu.
BalasHapusKalau boleh bertanya saya ingin menanyakan, bagaimana cara kita atau apa yang harus dilakukan seorang guru untuk membangkitkan semangat belajar siswanya?
Cara guru untuk membangkitkan semangat peserta didik,,kalau menurut saya guru harus tahu dulu karakter sang anak didik nya,,karena dengan tahu karakter anak didiknya disitulah peran guru untuk memberikan motivasi kepada sanga anak,,sesuai dengan karakter sanga anak tersebut..sekian jawabannya😊
HapusIlmu nya sangat bermanfaat , terimakasih sudah di share
BalasHapusMaasyaAllah makasih atas komentarnya, semoga tulisan ini bermanfaat
HapusBgaiman mengaplikasikan dlam mengajar di sd?
BalasHapusCara mengaplikasikannya dalam sekolah dasar ini,,sesuai artikel yg ana tulis yg judulnya konsep belajar tadi,,tentu sesuai mengaplikasinya di SD,karena pembelajarannya mengacu pada Anak SD..dalam,proses pembelajarannya
Hapussaya diaini ingin bertanya sedikit ..yaitu apa perbedaan fungsi pembelajaran sebagau sistem dan sbagi proses
BalasHapusFungsi Pembelajaran sebagai sistem itu mengacu kepada yg bersifat umum,atau cara perbuatan yg membuat seseorang dapat belajar melalui komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai hasil yang diharapkan yang sesuai dgn tujuannya.sedangkan fungsi pembelajaran sebagai proses yaitu cara,perbuatan untuk menjadikan seseorang dalam berproses untuk perubahan tingkag laku,keterampilannya.
HapusSekian..
Masyaallah.. Artikel pesri delita sangat bagus.. Tapi kalo boleh saya ada sebuah pertanyaan yaitu Apakah bisa belajar bisa di lakukan dimna saja tanpa mengikuti bngku selolah? Jelaskan.
BalasHapusTerimakasih sekali atas komentarnya,,ya saya akan menjawab pertanyaannya,,belajar itu bisa dilakukan dimana saja,belajar luar artiannya bukan di belajar di bangku sekolah saja,,dimanapun dan kapanpun kita bisa belajar..dan belajar juga bisa otodidak,,kalau pengalaman saya,, saya ada membaca sebuah artikel,,belajar gak harus di bangku sekolah,,toh ada juga orang yang sukses karena ketekunannya dalam belajar tanpa di bangku sekolah..jadi belajar bisa di mana saja dan kapan saja bukan terpaku pada bagku sekolah dan juga waktunya..
HapusSekian jawabannya🙏
Artikel nya sangat bermanfaat
BalasHapusThank you fira😊
HapusArtikel nya sangat bermanfaat
BalasHapusJazakillahu khairan😊
HapusAssalamualaikum. Terimakasih artikel nya sangat bermanfaat. Saya punya pertanyaan. Bagaimana jika siswa kesulitan dalam menanamkan konsep belajar, apa solusi yg bisa diberikan guru ?
BalasHapusTerimakasih
Wa'alaikumussalam..
HapusSebelum guru melaksanakan proses pembelajaran guru sudah menyusun strategi dan tujuan pembelajarannya,sebelum menyusun strategi guru sudah mengevaluasi kemampuan sang anak terhadap pembelajannya,,supaya strategi yang di susun oleh guru sesuai dengan yg di harapkan pencapaiannya dalam pembelajaran.
Wahhh artikelnya sangat bagus, materi nya tersusun rapi, terimakasih, ini sangat bermanfaat
BalasHapusMakasih atas komentarnya,semoga aja bisa membantu,dalam proses pembelahajarannya
HapusKerennnn
BalasHapusMakasih kak sholehah💞
HapusIsi artikelnya bagus, terimakasih ya sudah nge share ilmunya, mudahan bermanfaat bagi yang baca
BalasHapusAllhamdulillah,,Aamiin ya Allah😊
HapusArtikelnya smga bermanfaat, tetap bekarir Karena org yg berusaha dan berdoalah yg dapat hasilnya yg lebih baik
BalasHapus# selalu lah ungkapkan kata² mu
Makasih atas saran dan komentarnya ratna,,semoga tulisan ku ini bermanfaat ya😊
HapusArtikelnya bagus dan sangat membantu sekali.....
BalasHapusTerimakasih,,semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.
HapusBagaimana cara kita selaku calon guru untuk membangkitkan kesiapan belajar anak?
BalasHapuscara seorang guru membangkitkan sesiapan belajar anak, yang pertama guru harus tahu dulu karakter, kemampuan anak dalam belajar itu bagaimana, dan guru harus tahu gaya belajar anak itu bagaimana. karena setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda -beda, ada yang gaya belajarnya visual, ada gaya belajarny audio dan ada gaya belajar anak yang audio visual. dengan mengetahui itu semua akan lebih mudah lagi bagi seorang guru mengaplikasikan pembelajarannya berdasarkan gaya belajar anak tersebut. dan guru juga pemberi motivasi kepada sang anak, supaya anak giat dalam belajar. dan jangan pernah guru mencap anak itu bodoh, karena itu akan menganggu psikis anak. dengan guru bilang anak itu bisa pasti anak itu giat ingin mencoba sehingga dia akan mempersiapkan dirinya untuk belajar.
HapusBismillah,Artikelnya bagus.Hanya perlu penjabaran Tipe Belajar serta Aplikasi yang mudah dipahami.
BalasHapusMakasih ukhti.
Hapusmengapa belajar itu penting??
BalasHapuskalau menurut saya pribadi, kenapa belajar itu penting..karena kita sebagai manusia ini sangat membutuhkan ilmu, dan ilmu yang didapatkan itu adalah dari belajar. dengan belajar kita bisa membuka pengetahuan kita dan mengubah tingkah laku kita. makanya belajar itu penting menurut saya.
HapusArtikelnya sangat bagus dan bermanfaat sekali
BalasHapusSaya ingin bertanya coba jelaskan apa mnfaat mempelajari startegi pembelajaran ini?
Trimah kasih
Manfaat dalam mempelajari strategi pembelajaran ini adalah kita bisa mengetahui strategi apa yg diperlukan untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran.
HapusArtikel nya bagus saya sependapat dengan kmu pesri
BalasHapusAlhamdulillah,semoga bermanfaat bagi pembaca
HapusAlhamdulillah, artikelnya sangat bagus semoga dapat berguna bagi yang lainnya.
BalasHapusMakasih kakak,semoga bermanfaat bagi pembaca.
HapusArtikelnya bagus. Menurut saudari, strategi seperti apa yang akan saudari lakukan di kelas jika salah satu siswa saudari adalah seorang siswa berkebutuhan khusus?
BalasHapusMakasih,semoga bermanfaat.
Hapusartikelnya sangat membatu, saya mau bertanya,,,,,kenapa kita perlu merancang strategi pembelajaran?
BalasHapusTerimakasih,semoga bermanfaat bagi pembaca.
HapusKita perlu merancang strategi...karena sebelum kita sebagai guru memulai dan memberikan pembelajaran tentunya sudah merancang strategi yg seperti apa supaya anak bisa faham materi dan supaya proses belajarnya sangat efektif dan tidak tegang ataupun anak kesulitan dalam memahami.dengan telah dirancang strategi tadi guru akan mengharspkan tujuan dari pencapainnya itu sesuia dengan yg diharapkan.
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
BalasHapusartikelnya bagus,dan sangat bermanfa'at.
saya mau bertanya menutrut saudari dalam proses belajar sangatlah dipengaruhi oleh pendekatan dan strategi yang di gunakan oleh guru kepada siswa. Bagaimana cara seorang guru dapat mengevaluasinya agar siswa dapat mencapai pembelajaran nya secara efektif ?
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, cara guru untuk mengevaluasi supaya siswa dapat mengikuti pembelajaran secara efektif itu guru telah melakukan strategi dalam pembelajaran setelah itu guru akan melakukan berupa tes kepada peserta didik dan dari hasil tes yg telah dilakukan tadi guru bisa mengevaluasi tingkat kemampuan peserta didiknya dan jikalau bnyak yg bagus hasilnya dari pasca tes tadi maka strategi yg dilakukan oleh guru itu mencapai tujuan yang diharapkan.dengan itu anak lebih paham karena sesuai dgn strategi pembelajarannya,kalau peserta didik faham pasti pembelajaran sangat efektif.
HapusWah, materinya bagus. Dan sangat membantu yaaa
BalasHapusTerimakasih,semoga bermanfaat bagi pembaca
HapusArtikel nya bagus dan sangat bermanfaat bagi si pembaca
BalasHapusTerimakasih,,semoga bermanfaat.
Hapusبسم اللّه الرّحمن الرّحيم
BalasHapusالسّلام عليكم وحمۃ اللّه وبركاته
artikelnya bagus semoga Bermanfa'at kedepannya.Ada Tambahan Sedikit dari Ana,Bagian Guru itu harus bisa memahami siswanya.dan Membiasakan situasi saat siswa belajar.agar tidak Jenuh.
شكرََا علی وقتها
Artikel nya bagus dan mudah dipahami
BalasHapusTerima kasih kak artikel kakak sangat membantu dalam tugas saya
BalasHapusTerima kasih kak artikel kakak sangat membantu dalam tugas saya
BalasHapus